Berita

Subversif!, Pergulatan Kebenaran dan Kekuasaan

  Jakarta, CNN Indonesia — “Haruskah kemakmuran dibangun di atas kebohongan?” tanya Torangga kepada sang kakak, Jokarna. Adegan memorable ini merupakan bagian dari lakon Subversif! yang dimainkan Institut Ungu di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, tadi malam (12/3). Namun apalah arti tanya dari seorang dokter dan ilmuwan idealis kepada seorang penguasa yang dielu-elukan mayoritas massa. Pertanyaan menggugat dari mulut Torangga …

Read More »

Jelang Pementasan Subversif

Duta Besar Norwegia Stig Traavik (kelima kiri), Produser Faiza Mardzoeki (keempat kanan) bersama pendukung pementasan teater Subversif berfoto bersama usai konfrensi pers jelang pementasan teater Subversif di Jakarta, Senin (2/3). Pementasan teater Subversif persembahan Institut Ungu akan digelar pada 12-14 Maret di Graha Bakti Budaya mengangkat adaptasi dari drama klasik dramawan asal Norwegia Henrik Ibsen pada abad 19 berjudul Enemy …

Read More »

Institut Ungu Selami Trauma Korban Peristiwa ’65 dengan Berteater

Faiza Mardzoeki. (Foto: Ignatius Dwiana) JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pengalaman kekerasan seksual para perempuan mantan tahanan politik peristiwa ’65 mengilhami proses kreatif Faiza Mardzoeki. Hal ini muncul setelah dia berjumpa dengan perempuan berusia 87 tahun bernama Umi Sardjono, mantan pemimpin tertinggi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), sebelum meninggal. Kisah perempuan itu dan perempuan mantan tahanan politik peristiwa ’65 lainnya yang dahsyat dan …

Read More »

Suara Lirih Perempuan Penyintas

Eyang Nini menganggap sekaranglah saat yang tepat membuka rahasianya ke Ming, disaksikan teman-temannya yang sudah dari dulu tahu dan sama-sama menjaganya. Oleh Silvia Galikano Sebentar lagi teman-teman Eyang Nini datang. Mereka sudah pada sepuh, berusia 70-an dan 80-an, tapi masih kuat menempuh perjalanan jauh. Bahkan ada yang akan datang dari luar kota, menumpang bus umum. Ming ( Heliana Sinaga) merapikan …

Read More »

NYANYI SUNYI KEMBANG-KEMBANG GENJER: Ketika Sejarah Hanyalah Sepenggal Luka

Tanggal 8 Maret 2014 lalu, seorang kawan, Yudi Anugrah namanya, mengajak saya untuk menonton sebuah pertunjukan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer.  “Ceritanya tentang derita perempuan-perempuan tua korban keganasan politik era tahun 1965”, kata Yudi berpromosi pada saya.  Dia bahkan dengan sangat niat menunjukkan pada saya trailer pementasan yang diunggah diYouTube.  Sempat agak “maju-mundur” akibat gentar pada lalu lintas Jakarta …

Read More »