my poems

Silent
: for M

Its time to silent
there is the line I can’t cross…
I don’t need a detour.
I don’t know if this is going to workI’m not totally sure I should try
I have all these mixed feelings: blue, grey, red…

Its time to silent
the bond will always be there
Just remember even with the distance between us
you’re always deep inside within me
forever…

Bellvue St, 76, Glebe, NSW 14 dec 07

Senyap

angin meniup daun
di depan mata : kesenyapan

Bentley, WA, 14 Jan 2004

Sajak Hujan

Hujan,
datanglah musim hujan…
tai aku hanya punya segenggam beras
(dari sajak Piraa Sudam)

Sajak Hujan
: mengenang M

Hujan di penghujung Agustus ini membawa kegelisahan tersendiri. Tubuh yang menggigil. Hidung yang tersumbat dan kepala yang terasa berat sekali menghantarkan pada suatu irama yang anehi. Sebuah irama serupa nyanyian sedih dan sunyi.
Suara hujan yang meningkahi atap rumah dan menerobos pada lantai disamping ruang kerjaku terasa janggal saja. Kau hadir begitu saja menggelosot ke jantung rinduku.
Mengalahkan segala yang ada. Kau menguasai suasana ini. Hujan tidak kau hiraukan.
Musiknya kau buat sumbang.
Ah, kau. Mengapa selalu saja menggayuti tubuh dan jiwaku.

Tahukah kau, barangkali hujan yang sejak pagi ini menguyur tanah tropisku ini menjelma menjadi harapan para petani yang menunggu panen….?

Biarkanlah hujan kali ini menjadi teman kehidupan manusia yang lebih berguna,
yang bukan saja mencimptakan rindu menggigiris ini. Yang menyiksa ini.
Karena kau selalu saja menghilang lagi bersama awan-awan yang kelak akan menjadi hujan kembali. Entah di mana jatuhnya.

Tebet Utara, 21 Agustus 2007. 10.57

Sajak untuk Suamiku

Ni-ku, kekasihku,
Engkau tlah kupilih menjadi pasangan hidupku
Menyusuri detik ke menit,
Menit ke jam
Jam ke hari,
Hari ke bulan
Bulan ke tahun
ke seluruh waktu, bersama selalu

Ni-ku, belahan jiwaku,
Engkau tlah kupilih menjadi bagian jiwaku
yang telah kubuka penuh agar kau bisa memasuki relungku
agar kita bersama saling mengisi, saling memberi, saling menegur dan saling menerima :
Kehebatanmu
Kehebatanku
Kelemahanku
Kelemahanmu

Dan….bersama kita mengulurkan jemari kita
Memberi pada hidup
cinta dan kerja
sebisa dan seupaya kita

Ni-ku, pacarku, suamiku,
Engkau pun telah memilihku menjadi kekasihmu, belajan jiwamu, istrimu
Kita sudah dan akan selalu melaksanakan saling pengertian
Kita tetap saling teguh pada integritas pribadi masing-masing kita
Kita yang akan tetap menjadi diri masing-masing
Dengan cinta dan kerja kita bersama.

Aku mencintaimu, kekasihku,
Seperti engkau menyayangiku bermalam-malam, berhari-hari tiada henti

Ni-ku,
Engkau yang datang dari negeri jauh
Kusambut dengan sepenuh rindu
Seperti engkau mendekapku semesra cahaya bulan
Marilah, suamiku
Kita berdua
Bermesraan sepanjang waktu
Selama dunia ada memberi hidup sepenuh gairah

( Kutulis untuk merayakan Natal 2005 bersama suamiku terkasih, Ashfield-Sydney, 20 Desember 2005)